Latartempat cerita ini yaitu Danau Toba sebagai latar cerita "Asal Mula Danau Toba" merupakan salah satu objek wisata yang terkenal di Provinsi Sumatra Utara. Objek wisata ini terletak di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara. Danau Toba merupakan danau tektonik dengan luas sekitar 1.700 km2 persegi yang berada pada ketinggian
Contohsastra lisan di lingkungan masyarakat Batak, yaitu penyampaian kata - kata mutiara yang masih selalu diucapkan pada acara - acara adat. Kata - kata mutiara ini berupa umpasa atau dalam Bahasa Indonesia disebut peribahasa. Memiliki berbagai arti yang berkaitan dalam kehidupan masyarakat Batak sehari - hari, seperti motivasi
DariWikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. • • • •. •. Ugamo Malim ( Kepercayaan Malim) adalah sebuah agama tradisional yang berasal dari masyarakat Batak. Para penghayat aliran kepercayaan ini disebut sebagai seorang Parmalim. Parmalim sebagian besar tersebar di Sumatera Utara, terutama di kawasan sekeliling Danau Toba
Batakadalah sebuah istilah kolektif yang digunakan untuk mengenal pasti sebilangan kumpulan etnik yang terdapat di kawasan tanah tinggi di Sumatra Utara, Indonesia.Kawasan pedalaman mereka terletak di sebelah barat Medan dan berpusat di Danau Toba.Sebenarnya orang "Batak" terdiri daripada beberapa kumpulan etnik yang berbeza tetapi mempunyai bahasa, budaya dan adat yang serupa.
MariBelajar Bahasa Batak (1) Sekarang ini banyak orang Batak namun tidak bisa/ bahkan tidak mengerti bahasa Batak, terutama orang batak yang sudah lahir di perantauan. Sebaliknya banyak orang yang bukan orang Batak namun sangat fasih berbicara bahasa Batak. Banyak yang berminat supaya bisa berbahasa Batak, tetapi tidak tahu harus kemana
qezo. Ilustrasi legenda Danau Toba Asal-Usul Danau Toba adalah cerita rakyat dari masyarakat Batak Toba tentang terjadinya Danau Toba yang secara administratif termasuk ke dalam beberapa kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, yaitu Kabupaten Samosir, Toba, Simalungun, Karo, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Dairi. Ada beberapa versi cerita ini. Halaman ini hanya menyajikan sinopsis salah satu versinya. Sinopsis[sunting] Ada seorang petani bernama Toba yang hidup melajang. Ia berharap agar segera memiliki istri dan anak. Pada suatu hari, setelah meladang, ia pergi memancing di sungai seperti biasa. Tidak seperti biasanya, pada hari itu ia memeroleh ikan yang besar dan berwarna emas. Saat diambilnya ikan itu, ia kaget mengetahui ikan itu bisa berbicara. Si ikan meminta agar ia tidak dimakan. Karena kagetnya, Toba menjatuhkan ikan itu ke tanah dan si ikan seketika berubah menjadi wanita cantik. Wanita itu mencoba menenangkan Toba. Ia menjelaskan bahwa Toba baru saja melepaskannya dari kutukan dewata. Ia pun mengatakan bahwa ia bersedia menjadi istri bagi Toba dan memiliki keturunan dengannya. Meski demikian, ada satu janji yang harus dipenuhi Toba. Toba dilarang mengucapkan asal-usul wanita itu yang berasal dari seekor ikan kepada siapa pun, termasuk kepada anaknya nanti. Toba menyanggupinya. Dari pasangan tersebut, lahir seorang anak laki-laki bernama Samosir. Samosir mudah lapar dan banyak makan. Seringkali, jatah makan bertiga dihabiskan sendiri oleh Samosir. Pada suatu hari, Samosir diminta mengantarkan makanan kepada ayahnya, Toba, di ladang. Alih-alih diantarkan, makanan tersebut malah dihabiskannya. Toba yang kelaparan kembali ke rumah dalam keadaan kesal. Toba menjadi marah saat mengetahui Samosir telah menghabiskan makanannya dan malah asyik bermain. Ia pun murka dan tanpa sadar mengatai Samosir bahwa ia anak ikan. Sadar telah melanggar janjinya dengan istrinya, Toba langsung menutup mulutnya. Saat itu juga, anak dan istrinya menghilang. Tiba-tiba, hujan badai mengguyur tanpa henti hingga sungai meluap hebat dan menenggelamkan Toba serta kampungnya. Genangan banjir yang luas itulah yang kemudian menjadi Danau Toba dan bukit kecil di tengahnya menjadi Pulau Samosir.
Menurut informasi yang kita ketahui bersama, bahwa Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dimana terdapat sebuah pulau besar tepat berada ditengah-tengah danau yakni Pulau Samosir. Danau Toba terletak di provinsi Sumatera Utara ini mendapat predikat sebagai danau terbesar di Asia Tenggara. Hingga saat ini daya tarik alamnya yang mempesona menjadikan lokasi ini menjadi wisata yang menarik bagi wisatawan dalam negeri maupun wisatawan luar negeri. Pada umumnya mayoritas masyarakat yang tinggal d sekitar daerah Danau Toba bersuku Batak dengan ragam profesi sebagian besar adalah sebagai petani, pedagang dan nelayan. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh tentang bagaimana Danau Toba tercipta. Berikut cerita rakyat yang rangkum dari berbagai versi legenda yang beredar di masyarakat luas tentang asal usul Danau Toba. Asal Usul Danau Toba danau toba Di sebuah desa di wilayah Sumatera Utara di Tapanuli tinggallah seorang laki-laki bernama Toba hidup seorang diri di gubuk kecil. Toba adalah seorang seorang petani yang sangat rajin bekerja setiap hari menanam sayuran kebunnya sendiri. Hari demi hari, tahun demi tahun umur semakin bertambah, petani tersebutpun mulai merasa bosan hidup sendiri. Terkadang untuk melepaskan kepenatan diapun sering pergi memancing ke sungai besar dekat kebunnya. Menjelang siang setelah selesai memanen beberapa sayuran dikebunnya diapun berencana pergi kesungai untuk memancing. Peralatan untuk memancing sudah dipersiapkannya, ditengah perjalanan dia sempat bergumam dalam hati berkata, “seandainya aku memiliki istri dan anak tentu aku tidak sendirian lagi hidup melakukan pekerjaan ini setiap hari. Ketika pulang dari kebun, makanan sudah tersedia dan disambut anak istri, oh betapa bahagianya” Sampailah dia dimana tempat biasa dia memancing, mata kail dilempar sembari menunggu, agannya tadi tetap mengganggu konsentrasinya. Tidak beberapa lama tiba-tiba kailnya tersentak, sontak dia menarik kailnya. Diapun terkejut melihat ikan tangkapannya kali ini. Baca juga Legenda Batu Gantung Danau Toba “Wow, sunggu besar sekali ikan mas ini. Baru kali ini aku mendapatkan ikan seperti ini” Teriaknya sembari menyudahi kegiatan memancing dan diapun segera pulang. Setibanya di gubuk kecilnya, pemuda itupun meletakkan hasil tangkapannya di sebuah ember besar. Betapa senangnya dia, ikan yang dia dapat bisa menjadi lauk untuk beberapa hari. Diapun bergegas menyalakan api di dapur, lalu kembali untuk mengambil ikan mas yang ditinggalnya di ember besar. Betapa terkejutnya dia melihat kejadian tersebut. Ember tempat ikan tadi dipenuhi uang koin emas yang sangat banyak, diapun terkejut dan pergi ke dapur. Disanapun dia kaget setengah mampus, ada sosok perempuan cantik berambut panjang. “Kamu Siapa?” “Aku adalah ikan engkau pancing di sungai tadi, uang koin emas yang diember tadi adalah sisik-sisik yang terlepas dari tubuhku. Sebenarnya aku adalah seorang perempuan yang dikutuk dan disihir oleh seorang dukun karena aku tidak mau dijodohkan. Karena engkau telah menyelamatkan aku dan mengembalikan aku menjadi seorang manusia, maka aku rela menjadi istrimu” kata ikan tadi yang kini sudah menjelma kembali menjadi seorang perempuan berparas cantik dan berambut panjang. Ini suatu kebetulan, selama ini aku mengharapkan seorang pendamping hidup untuk tinggal bersama-sama menjalankan kehidupan berumatangga kata petani tersebut. Maka iapun setuju memperistri perempuan cantik tersebut. Perempuan berparas cantik tadi juga mengutarakan kepada petani tadi sebuah syarat dan sumpah bahwa jika suatu hari nanti ketika engkau marah, engkau tidak boleh mengutarakan bahwa asal-usulku dari seekor ikan kepada siapapun. Sebab jika engkau mengatakan itu, maka akan terjadi petaka dan bencana besar di desa ini. Petani itupun menyanggupinya, dan akhirnya mereka menikah. Hari demi hari merekapun hidup bahagia, apa yang diharapkan petani selama ini pun sudah terwujud dan diapun merasa bahagia sekali. Sampai merekapun dikaruniai seorang anak laki-laki dan mereka memberi namanya Samosir. Samosirpun tumbuh besar, diapun sudah bisa membantu orangtuanya bertani. Setiap hari Samosir disaat siang selalu mengantarkan makan siang buat ayahnya yang sudah dimasakin oleh ibunya. Suatu hari, siang itu petani sudah merasa lelah dan lapar sembari menunggu Samosir datang mengantarkan bekal siang. Tidak biasanya, kali ini Samosir terlambat mangantarkan bekal orangtuanya. Diperjalanan Samosir mencium bekal yang dibawanya untuk orangtuanya, kelihatannya enak masakan ibu hari ini, gumamnya. Samosirpun mencicipi masakan ibunya, dia tidak sadar bekal itu dimakan hampir habis. Samosirpun tersentak dan bergegas menuju kebun ayahnya. Dia melihat ayahnya sudah kelaparan dan kehauasan. Merasa berat, Samosirpun memberikan bekal kepada ayahnya. Dan terkejutlah ayahnya melihat isi bekal yang diberikan Samosir. “Iya, Among. Samosir tadi lapar dan aku makan, masakan Inong sekali rasanya” kata Samosir kepada ayahnya yang terlihat emosi. Spontan ayahnya marah dan melempar bekal yang sudah kosong tadi sembari berkata kepada Samosir “Kurang ajar kau Samosir, dasar anak ikan kau ini”. Samosirpun menangis dan pergi berlari menuju rumah menemui ibunya. Ibu, ibu , ayah marah besar Samosir disebut anak ikan. Kata Samosir kepada ibunya. Ibunyapun menangis, sektika itu ibunya menyuruh Samosir berlari ke sebuah bukit diketinggian. Lalu hujanpun semakin deras, angin kencang, gemuruh dan petirpun menyambar-nyambar seketika itu. Airpun meluap sampai menenggelamkan seluruh desa itu. Sumpah itu dilanggar, akhirnya tengenanglah seluruh desa itu dan genangan itu berbuah menjadi danau, yang kini disebut Danau Toba. Lalu pulau tempat samosir berlindung disebutlah Pulau Samosir. ***** Pesan Moral Cerita Rakyat Sumatera Utara Legenda Asal Mula Danau Toba adalah Janganlah melanggar sumpah yang pernah diucapkan karena buruk akibatnya di kemudian hari.
cerita rakyat danau toba dalam bahasa batak