Skripsi ini membahas pembentukan karakter sopan santun melalui pembiasaan berbahasa jawa krama di MI Nashrul Fajar Meteseh Tembalang. Kajian ini dilatarbelakangi oleh terkikis pudarnya nilai-nilai norma peradaban nilai-nilai karakter, perilaku, akhlak dan sopan santun serta mulai lunturnya budaya Jawa pada
hikmah tentang bagaimana Islam itu harus dibawa dan diperjuangkan. Islam diajarkan oleh beliau dengan kelemahlembutan, santun, damai, dan akhlak yang baik. Melalui cara seperti itu, akhirnya banyak pihak atau kelompok yang antipati kepada Islam, berubah menjadi pemeluk dan pembela Islam yang sejati. Sabda Rasulullah Saw
Orang yang memiliki sopan santun selalu bertindak sesuai dengan cara yang diterima oleh masyarakat, menunjukkan rasa hormat, peduli dan perhatian kepada orang lain. Contoh sopan santun misalnya: mengucap salam, menyapa teman atau orang lain yang lebih tua, tidak memotong bicara atau antrian, berbicara dengan suara yang pantas yaitu tidak
Mengetahui dan memahami nilai- nilai yang terkandung dalam santun Keterangan : 40 % Tidak 60 % Ya Dari data diatas dapat disimpulkan dilihat dari diagram lingkaran banyak bahwa siswa mengetahui dan memahami persentase siswa yang mengatakan “Ya”. makna dari 5S (senyum, salam, sapa, sopan Tahap Merasakan atau Menginginkan dan santun) serta
Inilahbukti kepedulian beliau terhadap penampilan anak, agar anak-anak tampil lebih baik, yaitu penampilan yang Islami, sopan dan santun. Contoh peristiwa kepedulian Muhammad saw. terhadap pendidikan perilaku dan kasih sayang beliau terhadap anak-anak sangatlah banyak sekali. Sunggguh Agung Kepribadian Nabi Muhammad.
LVvsmrt.
contoh ceramah tentang sopan santun